Senin, 24 Maret 2014

PANITIA UJIAN SEKOLAH dan UJIAN NASIONAL 2014 SMP NEGERI 2 CIMALAKA

Berdiri dari kiri  ke kanan, baris belakang, tengah dan depan

LALAN, S.Pd., Drs. NANA JUANA, M.M.Pd., RAGEN GUNAWAN, M.Pd., 
SONI DARMA JATNIKA, S.Pd. Bio., Drs. EDDI SUKANDAR,
 MAMAN SULAEMAN,  S.Pd. ASEP HARTONO, S.Pd.M.MP.d., RADI SYUKUR, S.Pd. 
IPIT NURYANA, S.Pd. HENI SURYANI, S.Pd.,  RENI WIDIANTI, S.Pd., ACA SETIAWAN, ENCANG PATRAN, S.Pd. YAYAH ROKAYAH, S.Pd., CUCU RATNAYU, S.Pd. 
YENI HERLIANI, ATIN TURYATIN, S.Pd.

 " najan geus leeh, teu weleh waleh cilak-cilak ngilu ngadamaran 
sangkan caang narawangan "


Icon penyelenggaraan versi SMP Negeri 2 Cimalaka, 
nyunda, perceka, wiwaha dan berbudaya

 
Bekerja dan berusaha, berserah diri dalam berdoa
 Perhatian dan kepedulian adalah dukungan untuk mencapai keberhasilan


 
 Keseriusan, ketelitian dan kesolidan dalam melaksanakan tugas
adalah kunci kesuksesan

Kamis, 20 Maret 2014

LAGU JEUNG RUMPAKA



Kunaon hate nyeredet
nguping lagu bet kasuat-suat
rasa dianteurkeun mulang
nineung ngangajak diteang

Naon hartos kaendahan jungjunan........
mun urang jadi nu lian
naon hartos kasatiaan jungjunan.........
mun urang reuntas di jalan
kedah pasrah pipisahan

Najan leres rasa teh sulur duriat
nu karaos kalahka nambihan tibelat
najan leres asih teh moal kasilih
nu karaos peurahna nambihahan peurih

Rek mulang da lain balik
lahlahan geus takdir milik
rek wakca da lain hakna
carita teu boga mangsa

Kantun lagu jeung rumpaka
liliwatan kana rasa
kantun kecap sambung du'a
sing bagja salalamina jungjunan............


Kampus Kuring 21 Maret 2014


video

Minggu, 16 Maret 2014

LSBS SERI KE 3

Pembuka kegiatan panduan HENI SURYANI, S.Pd.

Teknis Lesson Seri ke 3 oleh Bidang Kurikulum
CUCU RATNAYU, S.Pd.

Guru Model PKn
EEM ROHAEMI, S.Pd. M.Si.


Proses Open Lessson


video
VIDEO OPEN LESSON


Rabu, 05 Maret 2014

JURNAL



IMPLEMENTASI METODE DRILL TERSTRUKTUR
DENGAN PENDEKATAN DISCIPLINE BASED ART EDUCATION (DBAE)
DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR
PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA
DI KELAS VII SMP NEGERI 2 CIMALAKA SUMEDANG

(Studi kasus terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan Seni Rupa pada
tahun pelajaran 2012/2013)



JURNAL





Oleh :
RAGEN GUNAWAN
NIP 196611171995121002






DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 2 CIMALAKA
KABUPATEN SUMEDANG
2012









 A.   JUDUL
  IMPLEMENTASI METODE DRILL TERSTRUKTUR DENGAN      
  PENDEKATAN DISCIPLINE BASED ART EDUCATION (DBAE)  
  DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN
  MENGGAMBAR PADA  PEMBELAJARAN
  SENI RUPA   DI KELAS VII
  SMP NEGERI 2 CIMALAKA SUMEDANG
   
B.     PENULIS
      RAGEN GUNAWAN
      ( Guru SMP Negeri 2 Cimalaka )
      e-mail      :  gunawanragen@yahoo.com


C.      ABSTRAK
Peneliti mengkaji topik “Implementasi metode Drill  terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) dalam meningkatkan kemampuan menggambar pada pembelajaran Seni Rupa di kelas VII SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang(Studi kasus terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan Seni Rupa pada Tahun Pelajaran 2012-2013), sebuah kajian tentang perencanaan, pelaksanaan, dan  evaluasi hasil karya siswa sebagai subjek penelitian. Ini adalah salah satu solusi dalam upaya mewujudkan sekolah yang efektif mengaktifkan peran siswa dalam proses pembelajaran serta memberi kesempatan seluas-luasnya pada guru untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan rumusan Silabus pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang masih berlaku saat ini.
Umumnya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran Seni Rupa yang dilakukan guru dengan menggunakan metode Drill  terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) dalam meningkatkan kemampuan menggambar  di kelas VII SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang, sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Drill  terstruktur  dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk di kelas VII SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang yang meliputi masalah/kesulitan siswa, perencanaan dan pelaksanaan yang dilakukan guru, serta evaluasi gambar hasil karya siswa.
Dalam penelitian ini metode dan pendekatan yang digunakan adalah   deskriptif kualitatif, yang mempunyai ciri-ciri memusatkan diri pada pemecahan masalah pada masa sekarang yang aktual. Sifat deskriptif merujuk kepada data yang dikumpulkan yang cenderung berbentuk kata-kata atau gambar dan laporan hasil penelitian yang berisi kutipan-kutipan dari data sebagai ilustrasi dalam memberikan dukungan terhadap apa yang disajikan.
Temuan yang didapat dalam penelitian ini adalah beberapa data empiris yang berkaitan dengan implementasi metode Drill  terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE)  dalam hal masalah/kesulitan siswa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi gambar hasil karya siswa yang dilakukan guru, sehingga menghasilkan sejumlah gambar karya siswa yang refresentatif. Metode dan pendekatan  ini telah dapat meningkatkan kemampuan, kreativitas dan inovasi siswa di bidang Pendidikan Seni Rupa khususnya menggambar bentuk dengan dukungan fasilitas belajar seperti teknologi pembelajaran berupa komputer multimedia sebagai bekal kreativitas dan pengalaman melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi ataupun memasuki dunia lapangan kerja.

D.     KATA KUNCI   :
SENI BUDAYA, Metode Drill Terstruktur,  DBAE, kesulitan, perencanaan pelaksanaan, evaluasi hasil karya siswa.


E.      PENDAHULUAN

 Guru senantiasa dihadapkan pada pertanyaan tentang metode-metode apa yang akan digunakan untuk membantu siswa mempelajari konsep-konsep atau membantu mereka mencapai tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan, sedangkan hasil belajar merupakan kerjasama antara guru dan siswa. Namun demikian metode  atau teknik mengajar hanyalah salah satu komponen penting dalam keseluruhan interaksi belajar mengajar atau interaksi edukatif. Berkaitan dengan hal itu patut disadari oleh guru tidak ada satu metode mengajar yang terbaik atau yang cocok untuk semua situasi mata pelajaran, atau tidak ada “magic solution” dalam mengajar. Yang ada adalah bahwa terdapat berbagai metode mengajar yang telah digunakan oleh  guru dalam mengajar dan telah memberinya pengalaman. Dengan pengalaman itu guru dapat menggunakan metode-metode mengajar tersebut dalam situasi-situasi yang berbeda dengan memperhatikan diri siswa, materi pelajaran yang harus diliput, tujuan pengajaran, dan sarana yang tersedia.
Pembelajaran dengan menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE ini didesain untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran seni rupa khususnya pada kompetensi menggambar bentuk yang dituntut kemiripan dengan wujud aslitnya. Dalam pelaksanaan pembelajarannya diperlukan guru yang benar-benar berkualitas dan mempunyai pengetahuan yang baik dalam proses pembelajaran, sehingga akhirnya berimplikasi pada peningkatan efektivitas pembelajaran, dan diharapkan mampu  menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Kenyataan yang terjadi berdasarkan pengamatan sementara, penggunaan Metode Drill terstruktur dengan  pendekatan Dicipline Based Art Education  (DBAE) dalam pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang, khususnya di kelas VII pada pokok bahasan menggambar bentuk belum intensif dan kontinyu. Siswa belum sepenuhnya dilatih dan dipraktikkan secara berulang-ulang serta bersungguh-sungguh dalam penguasaan teknik menggambar dari pengetahuan yang diperolehnya. Kemudian bimbingan dari guru pun masih kurang dalam mempraktikkan pengetahuan-pengetahuan menggambar tersebut.
Kesenjangan antara realitas teoritis dengan realitas sehari-hari yang terjadi pada implementasi metode Drill terstruktur dengan pendekatan Disciplin Art Education (DBAE) dalam meningkatkan kemampuan menggambar pada pembelajaran seni rupa kelas VII di SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang adalah, siswa banyak menemui kesulitan dalam mempraktikkan teknik-teknik menggambar, kemampuan guru masih terbatas, baik dalam mengembangkan metode pembelajaran maupun inovasi profesinya sebagai guru seni rupa, siswa kurang kreatif dalam proses berkarya (menggambar), dan hasil karya gambar siswa belum memenuhi harapan sebagaimana tuntutan pada kompetensi menggambar bentuk khususnya. Fokus ini digali atas dasar gejala-gejala latar alamiah pada kelas VII di SMP Negeri 2 Cimalaka kabupaten Sumedang.
Berdasarkan pengamatan mengenai masalah yang terjadi dalam pembelajaran seni rupa pada kelas VII di SMP Negeri 2 Cimalaka kabupaten Sumedang maka rumusan masalahnya adalahbagaimanaIMPLEMENTASI METODE DRILL TERSTRUKTURDENGAN PENDEKATAN DISCIPLINE BASED ART EDUCATION (DBAE) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUANMENGGAMBAR PADA PEMBELAJARANSENI RUPADI KELAS VII SMP NEGERI 2 CIMALAKA SUMEDANG”.

Perumusan masalah
Dari rumusan masalah tersebut penulis akan mengidentifikasikanpermasalahan pada hal-hal berikut ini:
1.         Bagaimana permasalahan/kesulitan yang dihadapi oleh para siswa kelas VII dalam mengikuti pembelajaran seni rupa khususnya pada pokok bahasan menggambar?
2.         Bagaimana perencanaan program pembelajaran pendidikan Seni Rupa yang dilakukan guru menggunakan metode Drill terstruktur melalui pendekatan DBAE dalam meningkatkan kemampuan menggambar siswa kelas VII?
3.         Bagaimana pelaksanaan program pembelajaran pendidikan Seni Rupa yang dilakukan guru menggunakan metode Drill terstruktur melalui pendekatan DBAE dalam meningkatkan kemampuan menggambar siswa kelas VII?
4.         Bagaimana evaluasi hasil-hasil karya gambar siswa kelas VII dengan menggunakan metode Drill terstruktur melalui pendekatan DBAE?

Tujuan penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.         Mendeskripsikan permasalahan/kesulitan yang dihadapi oleh para siswa kelas VII dalam mengikuti pembelajaran seni rupa khususnya pada pokok bahasan menggambar.
2.         Mendeskripsikan perencanaan program pembelajaran pendidikan seni rupa yang dilakukan guru menggunakan metode Drill terstruktur melalui pendekatan DBAE dalam meningkatkan kemampuan menggambar siswa kelas VII.
3.         Mendeskripsikan pelaksanaan program pembelajaran pendidikan seni rupa yang dilakukan guru menggunakan metode Drill terstruktur melalui pendekatan DBAE dalam upaya meningkatkan kemampuan menggambar siswa kelas VII.
4.         Mendeskripsikan evaluasi hasil-hasil karya gambar siswa kelas VII dengan menggunakan metode Drill terstruktur melalui pendekatan DBAE.




1.    KAJIAN LITERATUR
Dalam pengertian sederhana, metode adalah cara yang dilakukan guru untuk mencapai suatu tujuan. Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harusmenerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Metode jangan diartikan hanya sebagai langkah demi langkah suatu proses ataupun bagaimana langkah melaksanakannya, tetapi lebih luas, lebih dalam serta jangkauannya lebih jauh dari itu. Hal ini dikemukakan Suyanto, (2007:43).
Meto  Metode Drill Terstruktur
Pengertian metode Drill, merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang,akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya.
Metode Drill terstruktur dapat juga berbentuk latihan mencontoh, dalam pembelajaran seni rupa kegiatan latihan mencontoh merupakan kegiatan mendasar yang harus dilakukan pada tahapan awal dalam membuat bentuk-bentuk dasar visual guna menemuan bentuk-bentuk selanjutnya yang lebih rumit, cara latihan dengan mencontoh merupakan metode tertua terutama dalam seni kerajinan.
Pendekatan Dicipline Based Art Education (DBAE)
Pendekatan DBAE (Dicipline Based Art Education) atau pendidikan seni rupa berbasis “disiplin”,(disiplin disini adalah disiplin ilmu/pengkajian). Penamaan DBAE  sebagai gerakan pembaharuan dibidang seni rupa ini dikemukakan Dwaine Greer. Pendekatan ini dilhami oleh pandangan Jerome Bruner yang mengetengahkan pentingnya dipahami struktur belajar yang ada pada tiap pelajaran, Tarjo, (2009:64)
Pendekatan DBAE memiliki ciri-ciri sebagai berikut; (1) memiliki isi pengetahuan (body of knowledge), (2) adanya komonitas ilmuwan yang mempelajarinya, (3) tersedianya metode kerja yang memfaslitasi kegiatan eksplorasi dan penelitian. DBAE bertujuan untuk menawarkan program pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan dalam empat bidang yang digeluti orang dalam dunia seni rupa yakni bidang penciptaan, penikmatan, pemahaman, dan penilaian. DBAE tidak sekedar menawarkan program pembelajaran dalam empat bidang seni rupa tetapi lebih luas lagi yaitu mencakup integrasi kegiatan belajar secara interdisiplin dalam rangka memaksimalkan berbagai perolehan keuntungan belajar membangun dan menumbuhkembangkan kesadaran akan seni berikut kapasitasnya untuk mempengaruhi kehidupan.
Pembelajaran Menggambar di SMP
Wright, (dalam Sakri,1986:119) mengungkapkan bahwa gambar adalah sebuah gambar khayalan di atas kertas atau pada permukaan datar berwarna hitam atau umumnya berbahan satu warna yang dibuat sedemikian rupa, sehingga mampu menampilkan bentuk bahkan bayangan sekalipun.
Sementara itu, Meyer,(dalam Fauzi, 2005:86) menjelaskan bahwa gambar merupakan pengungkapan dari suatu peristiwa atau kejadian yang terlihat pada saat tertentu, baik kejadian alam ataupun bentuk lain yang tertangkap oleh mata sebagai suatu ungkapan pribadi. Selain itu, gambar juga diartikan sebagai sketsa yang dibuat sebagai suatu studi tentang suatu subjek atau tema, yang akhirnya dapat diselesaikan menjadi suatu lukisan.
Dari pengertian-pengertian gambar yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa gambar adalah media pengungkapan yang berupa sketsa mengenai suatu studi tentang suatu subjek atau tema dengan penggunaan teknik tersendiri yang dapat diselesaikan menjadi suatu lukisan.

2.    METODOLOGI
Pusat perhatian dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang Implementasi Metode Drill  Terstruktur Dengan Pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Pada Pembelajaran Seni Rupa Di SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang”. Secara metodologis penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.
Penggunaan metode kualitatif yang peneliti lakukan di lapangan meliputi penjaringan data melalui observasi pada situasi yang wajar sebagaimana adanya di lapangan, meliputi fasilitas belajar dalam cakupan sarana prasarana yang menunjang terhadap keberlangsungan program pengajaran seni budaya/seni rupa, pelajaran menggambar khususya menggambar bentuk, keberadaan program pembelajaran seni rupa, dan proses pembelajaran seni rupa mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran melalui implementasi metode Drill  terstruktur dengan pendekatan DBAE hingga evaluasi, yang diarahkan pada latar dan individu secara holistik (utuh).
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 38 siswa SMP Negeri 2 Cimalaka yang beralamat di Jalan Tanjungkerta, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Kegiatan observasi atau penelitian pendahuluan dimulai di awal semester genap tahun pelajaran 2011/ 2012, pada bulan Desembar 2011 untuk mengadakan penelitian, dari tanggal inilah penelitian pendahuluan dimulai sampai akhir semester II di tahun 2012.
Teknik yang dipergunakan untuk menjaring data itu dipergunakan wawancara secara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan menggunakan catatan lapangan, tape rekorder atau kamera foto digital.
Analisis data merupakan proses menyusunan data agar dapat ditafsirkan sehingga pada gilirannya dapat diketahui maknanya. Pekerjaan menafsirkan atau menginterpretasikan diperlukan daya pikir yang inovatif dan kreatif, dengan menggunakan data dan kategorisasi yang telah dibandingkan dan dites validitasnya. Kegiatan analisis ini dilakukan sejak awal penelitian secara terus-menerus sampai akhir penelitian dimana semua bahan analisisnya diperoleh dari lapangan serta secepatnya dituangkan dalam bentuk tulisan.

3.    HASIL dan PEMBAHASAN
HASIL
Permasalahan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran menggambar bentuk di kelas VII SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang ini, berdasarkan hasil observasi dan pengamatan penulis dengan guru pendidikan seni rupa kelas VII, ternyata ada beberapa permasalahan yang dihadapi siswa dalam mengikuti pembelajaran gambar bentuk diantaranya :
1.      Gagasan atau ide yang kurang berkembang.
2.      Penguasaan bentuk dan teknik yang belum memenuhi standar.
3.      Hasil akhir yang kurang memuaskan.
Berdasarkan pengamatan peneliti, pelaksanaan pembelajaran Seni Budayadi kelas VII B dengan  metode Drill terstruktur dan pendekatan  Discipline Based Art Education (DBAE) dalam pembelajaran menggambar bentuk untuk tahun pelajaran 2012/2013 sudah melewati suatu perencanaan yang cukup baik mulai dari pembuatan administrasi pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, pelaksanaan evaluasi pembelajaran sampai pada pembentukan tim Mata Pelajaran Seni Budaya pada tingkat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sekolah, dimana masing-masing dari anggota tim memegangdisiplin ilmu sesuai dengan keprofesionalannya masing-masing. Khusus untuk Mata Pelajaran Seni Budaya (seni rupa) dikelas VII yang menggunakan aplikasi metode Drill  terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE)peneliti akan menyajikan tahapan-tahapan yang dilakukan guru selama satu semester  di kelas VII yang dijadikan subjek/ objek penelitian.
Tahap paling awal sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran Seni Budaya menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE),terlebih dahulu dilakukan persiapan-persiapan yang berhubungan dengan masalah-masalah teknis yang sangat erat sekali hubungannya dengan administrasi pembelajarandiantaranya; a) Silabus, b) Program tahunan c) Program Semester, d) RPP, e) Perencanaan tugas-tugas praktik menggambar bentuk.
Pembelajaran yang berlangsung di kelas VII  khususnya yang mengunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) ada 38 orang siswa yang menempati kelas VII B yang dijadikan sampel penelitian, dari jumlah tujuh kelas yang ada, pembelajaran menggambar bentuk dibagi dalam tiga kali pertemuan dalam satu semester. Pada tahapan ini peneliti berusaha mengamati/mengobservasi langsung kegiatan yang sedang berlangsung yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar bentuk  menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) di kelas VII B, mulai dari kegiatan pendahuluan sampai dengan berakhirnya kegiatan pembelajaran di kelas. Pengamatan dilakukan terhadap siswa dan guru di kelas yang sedang melakukan pembelajaran dari sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat/disiapkan guru mata pelajaran sebelumnya. Dalam penelitian ini peneliti akan menyajikan hasil pengamatan/observasi terhadap satu buah RPP yang dibagi tiga kali pertemuandi semester satu diantaranya:
a.      Pertemuan kesatu
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk pertemuan kesatu ini telah disusun guru denganmenggunakan implementasi metode Drill tersetruktur dengan pendekatan  Discipline Based Art Education (DBAE). Pada pertemuan pertama ini, guru sudah mulai menyajikan metode Drill terstrukturmelalui pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) yang  divariasikan dengan tanya jawab dan Inquiri. Tahapan ini dimulai dengan kegiatan guru membuka pembelajaran yang kemudian dilanjutkan pada kegiatan inti yaitu pengenalan alat/media menggambar bentuk, seterusnya kegiatan latihan membuat sketsa menggunakan media pensil 2B. Pada tahapan ini latihan diawali dengan menggambar bentuk-bentuk bidang dua dimensi, bidang yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang mata. Tahapan selanjutnya adalah latihan menggambar yang memiliki kesan tiga dimensi yaitu bidang yang seolah-olah dapat dilihat dari arah lain/memiliki kesan ruang.
Hasil pengamatan/observasi  peneliti pada pertemuan pertama ini guru sudah melaksanakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE)dengan baik, hal ini terlihat dari keberhasilan guru membawa keadaan/suasana belajar di kelas benar-benar aktif, semua siswa terlibat dalam sebuah proses pembelajaran dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Kegiatan ditutup dengan sebuah kesimpulan dari guru mata pelajaran dan pemberian tugas terstruktur untuk materi minggu depan.
b.      Pertemuan kedua
Pertemuan kedua, tahapan ini dimulai dengan kegiatan apersepsi yaitu guru mengaitkan lanjutan pelajaran gambar bentuk dengan tugas minggu yang lalu yaitu latihan gambar bentuk dengan teknik konsturksi elips, dilanjutkan pada kegiatan inti dengan metode yang sama seperti pada pertemuan pertama tetapi materi berbeda. Kegiatan inti ini dimulai dengan melanjutkan materi latihan sketsa dengan tahapan menyelesaikan sketsa menjadi gambar jadi dengan teknik arsiran untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan karakter benda tetapi belum pada tahap pencahayaan, bentuk-bentuk gambarnya masih bentuk yang sederhana yaitu kubistis dan selindris secara terpisah. Pada tahapan ini  dilatihkan juga secara terstruktur teknik arsiran dengan media pensil untuk berbagai macam karakter. Tahapan ini merupakan tahapan ke dua dalam latihan gambar bentuk dengan pendekatan DBAE, menyangkut latihan arsir dalam menemukan karakter dari benda-benda yang digambar seperti karakter kayu, kain, kaca, daun, logam dan lain-lain, latihan yang diberikan oleh guru pada tahapan ini adalah seperti berikut ini:
Pada tahapan ini kemampuan menggambar bentuk siswa semakin meningkat bentuk-bentuk gambar yang dihasilkan menunjukkan kemajuan, hal ini terbukti dari beberapa karya gambar bentuk siswa telah menunjukkan karakter tertentu dari gambarnya seperti yang nampak di atas tadi. Tahapan ini pun dilanjutkan dengan penugasan latihan di rumah dengan karakter-karakter yang lain yang lebih variatif, guru memberikan tugas untuk meniru dari benda asli atau dari gambar bentuk yang telah jadi dengan media pensil, tugas ini untuk diserahkan minggu depan pada pertemuan ketiga.
c.      Pertemuan ketiga
Pertemuan ketiga, tahapan ini dimulai dengan kegiatan apersepsi, guru mengaitkan lanjutan pelajaran gambar bentuk dengan tugas minggu yang lalu yaitu latihan gambar bentuk dengan teknik konsturksi elips dan arsir kesan karakter berbagai jenis benda , dilanjutkan pada kegiatan inti dengan metode yang sama seperti pada pertemuan kedua tetapi materi berbeda. Kegiatan inti ini dimulai dengan melanjutkan materi latihan arsir karakter benda dengan tahapan menyelesaikan menjadi gambar jadi dengan efek pencahayaan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan karakter benda dan efek cahaya yang terjadi pada benda. Bentuk-bentuk gambarnya sudah mulai pada tahap mengkomposisikan, pencarian karakter dan pencahayaan pada benda baik kubistis maupun silindris dalam satu kesatuan. Pada tahapan ini  dilatihkan secara terstruktur teknik konstruksi, arsiran, dan pencahayaan dengan media pensil untuk berbagai macam bentuk benda silindris ataupun kubistis. Tahapan ini merupakan tahapan ketiga (tahapan akhir) dalam latihan gambar bentuk menggunakan pendekatan DBAE dan metode Drill terstruktur menyangkut latihan konstruksi, arsir dalam menemukan karakter dan teknik pencahayaan.
Selesai menjelaskan dan mendemonstrasikan dalam tahapan terahir dari metode Drill  terstruktur dengan pendekatan Discipline Based Art Education (DBAE) selanjutnya siswa mengerjakan tugas latihan yang telah dipersiapkan tahapan latihannya oleh guru dalam rangka mewujudkan gambar-gambar bentuk yang representatif dalam segala segi. Latihan gambar bentuk yang dilakukan guru pada setiap tahapannya semua menggunakan pembelajaran berbasis komputer dalam bentuk power poin disamping demonstrasi secara manual menggunakan media pensil 2B. Latihan pada tahapan ketiga ini adalah latihan yang membutuhkan skill tinggi dengan tingkat kemampuan yang tinggi pula, tahapan ini harus melewati latihan tahap satu dan dua sehingga menghasilkan hasil gambar bentuk yang representatif.
Pelaksanaan evaluasi dalam Mata Pelajaran Pendidikan Seni Budaya yang dilakukan guru mengacu pada petunjuk teknis pusat kurikulum balitbang Depdiknas 2006. Penilaian terbagi menjadi dua kelompok yaitu penilaian proses yang meliputi penialain kegiatan yang terjadi di kelas selama berlangsungnya pembelajaran termasuk absensi, dan penilaian hasil.Tahapan evaluasi ini adalah merupakan tahapan terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Berikut ini akan peneliti sampaikan hasil kajian dari evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswa kelas VII B yang dijadikan objek/subjek penelitian mulai dari evaluasi di pertemuan kesatu sampai dengan pertemuan ketiga, dimana pembelajaran gambar bentuk selesai.
a.      Penilain Proses
Penilaian proses dibuat dalam bentuk kwalitatif dengan menggunakan rentang nilai kwantitatif, dalam empat katagori. Seperti yang tertera pada tabel berikut ini.




Tabel 1
Rekapitulasi  Nilai Rata-Rata Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran
Menggunakan Metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE
Jenis Aktifitas Siswa
di Kelas
Skala Nilai/ Kwalifikasi dan
Jumlah
Frekuensi
A
B
C
D
8.5 – 9,0
7,6 – 8,4
7,0 – 7,5
  6,9
Kelengkapan Media/ alat menggambar bentuk dan Aktifitas pembelajaran di kelas
5
31
2

38
Presentase  (%)
13
82
5

100
Dari data nilai rata-rata keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada tabel 1,  dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Cimalaka sudah aktif dalam proses pembelajaran maupun antusias dalam membawa perlengkapan menggambar bentuk dengan demikian penggunaan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE telah dapat menjadikan suasana belajar dapat diterima oleh para siswa serta membawa siswa pada proses pembelajaran yang menyenangkan.
b.      Penilain Hasil
Untuk penilaian hasil dalam setiap pertemuan dilakukan setiap kali pembelajaran selesai, dilakukan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan siswa baik di kelas atau di luar jam pelajaran, hasilnya diperiksa minggu depannya
Berdasarkan dari data yang diperoleh dari sampel 38 orang siswa yang mengikuti pembelajaran menggambar bentuk dari tiga kali tugas latihan menggambar bentuk di semester I dengan menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE diperoleh data ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran menggambar bentuk adalah sebagai berikut:
Tabel. 2
Rekapitulasi Nilai Tugas 1 Menggambar Bentuk
TUGAS 1
Skala Nilai / Frekuensi
Jumlah
9,0 - 10
8,0 - 89
7,0 - 79
  6,9
Gambar Sketsa berbagai macam bidang datar dan bidang tiga dimensi
0
10
28

38
Presentase  (%)
0
26
74

100
Dari tabel 2 dapat ditafsirkan bahwa sudah tidak ada siswa yang nilainya lebih kecil dari 6,9 ini berarti bahwa penggunaan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE telah mampu membawa hasil yang cukup baik pada keberhasilan belajar siswa di kelas lebih dari setengahnya 74% mendapatkan nilai pada rentang 7,0–79 dan 26% pada rentang 8,0–8,9 jadi dapat disimpulkan bahwa siswa telah dapat dinyatakan tuntas dalam pembelajaran menggambar bentuk untuk kemampuan menggambar sketsa berbagai macam bidang datar dan bidang tiga dimensi.




Tabel. 3
Rekapitulasi Nilai Tugas 2 Menggambar Bentuk
TUGAS 2
Skala Nilai / Frekuensi
Jumlah
9,0 - 10
8,0 - 89
7,0 - 79
  6,9
Teknik arsir pada bidang/
bentuk Geometris dengan
Karakter tertentu
0
13
25

38
Presentase  (%)

34
66

100

Dari tabel 3 dapat ditafsirkan bahwa tidak ada siswa yang nilainya lebih kecil dari 6,9 ini berarti bahwa penggunaan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE telah mampu membawa hasil yang cukup baik pada keberhasilan belajar siswa di kelas lebih dari setengahnya yaitu 66% mendapatkan nilai pada rentang 7,0 – 7,9 dan 34% pada rentang 8,0 – 8,9. Jadi dengan demikian siswa telah dapat dinyatakan tuntas dalam pembelajaran pembelajaran menggambar bentuk untuk kemampuan teknik arsir pada bidang datar dan tiga dimensi dengan karakter tertentu.
Tabel. 4
Rekapitulasi Nilai Tugas 3 Menggambar Bentuk
TUGAS 3
Skala Nilai / Frekuensi
Jumlah
9,0 - 10
8,0 - 89
7,0 - 79
  6,9
Menggambar bentuk benda geometris gabungan silindris kubistis berbagai karakter benda dengan komposisi dan Pencahayaan yang tepat.
0
16
22

38
Presentase  (%)
0
42
58

100

Dari tabel 4  dapat ditafsirkan bahwa tidak ada siswa yang nilainya lebih kecil dari 6,9 ini berarti bahwa penggunaan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE telah mampu membawa hasil yang baik pada keberhasilan belajar siswa di kelas lebih dari setengahnya 66% mendapatkan nilai pada rentang 7,0 – 7,9 dan 34% pada rentang 8,0 – 8,9. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa telah dapat dinyatakan tuntas dalam pembelajaran menggambar bentuk untuk kemampuan menggambar bentuk benda geometris, gabungan slindris dengan kubistis, berbagai karakter benda dengan komposisi dan pencahayaan yang tepat.
  

PEMBAHASAN
Tahapan pembahasan ini merupakan tahapan hasil pembahasan peneliti menanggapi rangkaian penelitian yang berlangsung di SMP Negeri 2 Cimalaka Sumedang yang diselaraskan dengan berbagai teori yang relevan, pembahasan ini meliputi:
1.      Kesulitan yang dihadapi siswa dalam menggambar bentuk
Dari hasil pengamatan dan identifikasi lapangan ada tiga pokok kesulitan yang dihadapi para siswa yaitu:  Gagasan atau ide yang kurang berkembang, penguasaan bentuk dan teknik yang belum memenuhi standar dan hasil akhir yang kurang memuaskan. Semua kesulitan ini menjadi dasar bagi peneliti untuk dijadikan patokan penelitian dengan mecoba menelusuri sampai sejauh mana metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE dapat mengatasi semua permasahan yang terjadi, ternyata guru mata pelajaran seni budaya (seni rupa) dengan segenap kemampuannya telah berhasil menjadikan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE dapat menanggulangi permasalahan dalam menggambar bentuk yang terjadi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Cimalaka Kabupaten Sumedang pada tahun pelajaran 2012/ 2013.
2.      Perencanaan
Apa yang telah dilakukan oleh guru dalam pembuatan perencanaan pembelajaran dalam penelitian ini akan melahirkan suatu kosep karakteristik dari suatu perencanaan pembelajaran diantaranya: Pertama bahwa perencanaan pembelajaran merupakan hasil dari proses berpikir, artinya bahwa suatu perencanaan pembelajaran disusun tidak asal-asalan akan tetapi disusun dengan mempertimbangkan  segala aspek yang mungkin perpengaruh pada proses dan hasil. Kedua perencanaan pembelajaran yang dibuat guru telah disusun dengan harapan dapat mengubah perilaku siswa sesuai tujuan yang ingin dicapai. Ini berarti guru telah memfokuskan perencanaan pembelajaran pada ketercapaian tujuan. Ketiga perencanaan pembelajaran yang dibuat guru telah berisi tentang rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan, telah dapat berfungsi sebagai pedoman dalam mendesain pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.
3.      Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan pembelajaran seni budaya terpadu dengan menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE ini telah dilakukan oleh guru di kelas dengan baik, terbukti dengan dilakukannya serangkain kegiatan pembelajaran di kelas, yang meliputi: Pertama kegiatan awal yang terdiri dari apersepsi yaitu serangkaian kegiatan membuka pembelajaran, mengaitakan kegiatan yang akan dilakukan dengan pembelajaran sebelumnya atau melakukan pretest, serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembelajaran menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE. Hal ini dilakukan guru pada setiap kali membuka pelajaran sehingga siswa termotifasi untuk memasuki kegiatan inti. Membuka pelajaran dengan variasi-variasi metode pembuka sangat membantu bagaimana membuat suasana belajar/ kegiatan inti menjadi lebih menarik sehingga para siswa tidak  cepat jenuh/ bosan. Kedua  memasuki kegiatan inti dari tiga kali pertemuan yang semuanya menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE guru telah mampu menerapkan variasi-variasi metode terkait dengan metode Drill dalam setiap pertemuannya, metode ini telah membawa siswa pada kegiatan pembelajaran seni budaya yang inovatif dan menyenangkan. Penggunaan metode yang tidak monoton membawa  pembelajaran menjadi lebih menarik, hal ini dapat  membantu menciptakan daya ingat siswa menjadi lebih kuat.
4.      Evaluasi hasil karya siswa
Pada tahapan ini guru seni budaya kelas VII SMP Negeri 2 Cimalaka sebagai subjek penelitian telah melaksanakan kegiatan evaluasi dalam setiap melakukan pembelajaran di kelas yang sesuai dengan RPP yang telah dibuatnya baik penilaian proses maupun penilaian hasil, evaluasi yang dilakukan telah mampu membuktikan adanya peningkatan yang berarti dari penggunaan metodeDrill terstruktur dengan pendekatan DBAE yang telah dikakukan dalam pembelajaran Seni Budaya di kelas VII.
Hasil karya siswa yang dihasikan sudah dapat dikatakan berhasil memenuhi kompetensi yang diinginkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)  dan kompetensi mata pelajaran. Hal ini terlihat dari tahapan-tahapan yang telah dilalui oleh siswa dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar bentuk menggunakan metode Drill terstruktur dengan pendekatan DBAE  telah membawa pada tahapan terwujudnya karya siswa yang terstruktur pula, dengan tetap konsisten dalam satu tema gambar yaitu bentuk-bentuk slindris dan kubistis yang kemudian diaplikasikan pada benda-benda yang memiliki karakter tertentu yang telah dikenal siswa untuk dibuat gambarnya dengan tepat sehingga menghasilkan gambar yang representatif.
Tahapan menggambar yang dilalui sudah dalam struktur tertentu dengan mengacu pada prinsip memulai dari yang sederhana menuju ke hal yang komplek atau dari yang mudah menuju pada tingkat yang sukar/ rumit. Pada praktek berkarya menggambar bentuk ini para siswa memulai karyanya mulai dari latihan unsur-unsur visual seperti: garis, bidang, bentuk. Kemudian dilanjutkan pada pembuatan benda-benda yang berkesan tiga dimensi dengan teknik sketsa, skala, konstruksi, arsir, pencahayaan sampai dengan teknik mengkomposisi berbagai benda dalam satu kesatuan gambar, dan hasilnya cukup memuaskan. Hasil akhir dari gambar siswa sudah memadai/ cukup mewakili bentuk-bentuk sebenarnya apa yang mereka representasikan dalam gambar, ini membawa pada pencapaian kompetensi yang diinginkan dalam mata pelajaran Seni Budaya sub bidang seni rupa.
Karya siswa pada tahap akhir ini telah menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, meski disisi lain masih terdapat kekurangan terutama dalam menangkap bentuk yang dilihat secara langsung dari objeknya untuk dijadikan bentuk secara visual. Tetapi semua ini mampu dilalui dengan baik oleh para siswa dengan meoptimalkan kembali latihan menggambar bentuk dengan metode Drill yang terstruktur melalui pendekatan DBAE untuk dilakukannya secara terus menerus.



4.    KESIMPULAN dan SARAN
KESIMPULAN
Berdasarkan data yang berhasil peneliti kumpulkan di lapangan, dapat disimpulkan bahwa:
1.        Kesulitan yang dihadapi para siswa dalam pembelajaran menggambar bentuk yaitu: gagasan atau ide yang kurang berkembang, penguasaan bentuk dan teknik yang belum memenuhi standar dan hasil akhir yang kurang memuaskan.
2.        Perencanaan program pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) telah dibuat dengan perencanaan yang cukup baik.
3.        Pelaksanaan program pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dalam program kerja yang telah dibuat untuk setiap semester yaitu: pelaksanaan pembelajaran menggunakan aplikasi metode Drill  terstrukur dengan pendekatan DBAE ini telah dapat meningkatkan kompetensi siswa pada bidang Mata Pelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) khususya pada pembelajaran menggambar bentuk. Meningkatnya kemampuan/kompetensi siswa dalam bidang keilmuan Seni Rupa ini merupakan sebuah pengalaman berharga bagi para siswa dalam menyongsong hidup di masa depan yang lebih baik, guna melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.
4.        Evaluasi hasil karya siswa yang dilaksanakan telah mampu membawa para siswa pada sebuah ukuran sejauh mana tingkat kemampuan yang dimiliki siswa secara kognitif, afektif dan psikomotorik khususnya dalam pembelajaran menggambar bentuk sehingga telah berhasil menghasilkan sejumlah gambar yang representatif. Hasil-hasil gambar yang dibuat oleh siswa sebagai implementasi dari penggunaan metode Drill  terstruktur dengan pendekatan DBAE  telah menunjukan perubahan yang signifikan. Telah terjadi peningkatan kemampuan dalam menggambar bentuk terutama pada tahap latihan akhir yaitu tampaknya bentuk-bentuk gambar kubistis dan slindris yang representatif,  komposisi objek gambar yang seimbang, teknik arsiran yang sesuai dengan karakter benda serta teknik pencahayaan yang tepat.
SARAN
Peneliti menyampaikan beberapa rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait sehubungan dengan hasil penelitian ini, antara lain:
1.             Pengembangan Lembaga Pendidikan setingkat SMP.
Dengan demikian penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan, inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang ada khususnya di tingkat SMP, dengan menggunakan berbagai, media pembelajaran, metode pembelajaran seperti halnya dengan penggunaan metode Drill  terstruktur dengan pedekatan DBAE ini diharapkan dapat dikembangkan terus dalam rangka mewujudkan siswa yang siap menghadapi tantangan jaman. Penelitian ini juga memberikan kesadaran bahwa pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) sebagai salah satu modal dasar bagi siswa dalam mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
2.             Rekomendasi terhadap penelitian selanjutnya
Pada peneliti selanjutnya agar lebih mendasar dalam membahas aspek pembuatan program pengembangan pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) ini dengan permasalahan yang sangat komplek karena pada umumnya guru harus mengusai empat sub bidang studi yaitu Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater. Diharapkan dengan berbagai penelitian yang dilakukan dapat memperkaya khazanah empiris dan teoritis bagi pengembangan konsep pendidikan Seni Budaya dalam konteks lembaga pendidikan setingkat SMP dan sederajat untuk dapat lebih mengembangkan program-programnya.
3.             Rekomendasi terhadap Guru
Dalam melakukan pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) di SMP agar digunakan berbagai metode pembelajaran. Aspek penilaian yang dilakukan dalam mengevaluasi hasil pembelajaran jangan terpusat pada aspek teknis saja, aspek non teknispun perlu diperhatikan karena Mata Pelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) memiliki sifat subjektifitas. Pengembangan materi pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) khususnya agar terus dikembangkan menyesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan jaman agar ilmu yang diberikan bermanfaat dan tepat sasaran.

5.    PUSTAKA
Alwasilah A. Chaedar, (2008). Pokoknya Kualitatif Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian  Kualitatif,  Jakarta: PT. Dunia Pustaka.
Apriyanto. (2004). Teknik Menggambar Benda, (Terjemahan dari Lomis (1947), Jakarta: Bumi Aksara, PT.
Ardi. (1994). Seni dan Pengajaran, Jakarta: Depdikbud.
Bastomi. (1981). Perkembangan Gambar Anak, Jakarta: Depdikbud.
Darmawan, Deni. (2011). Teknologi Pembelajaran, Bandung: PT. Remaja Rosda karya.
Ernst. (1965). Visi Pendidikan Seni, Jakarta: Balai Pustaka.
Fauzi. (2005). Pembelajaran Seni Rupa, Jakarta: Pustaka Jaya.
Kamaril, Cut, dkk, (2007). Pendidikan Seni Rupa/Kerajinan Tangan, Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Kartika. (2004). Estetika Seni Rupa, Jakarta: Sinar Grafika
Moleong, J. Lexy, (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif, edisi revisi, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Muharam & Sundariyati. (1992). Hakikat Menggambar, Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan Ditjen Dikti.
Mulyasa, E. (2010). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Suatu Panduan Praktis, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munsyi. (1981). Metode Latihan, Jakarta: Balai Pustaka.
Prawira, Ganda. (2009). Konsep Pembelajaran Seni Rupa, Bandung: Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS. UPI. Bandung.
Rockman. (2000). Menggambar Bentuk, Jakarta: Aries 5.
Rose. (2002). Kegiatan Menggambar Bentuk, Jakarta: Bina Pariwara, PT.
Rustaman. (2003). Pembelajaran dan Praktikum, Yogyakarta: BP. ISI
Saepudin, Saud, H. Udin, Ayi Suherman, (2006). Inovasi Pendidikan, Bandung : UPI Press.
______, Abin Syamsudin Makmun. (2006). Perencanaan Pendidikan Studi Pendekatan Komprehensip, Bandung: Pasca Sarjana UPI dengan PT. Remaja Rosdakarya.
______, Suherman Ayi, ( 2006) Inovasi Pendidikan, Bandung: UPI Press.
Safirudin. (2011). Strategi Metode Pembelajaran, Bandung: Falah Production.
Sakri, Ajat. (1986). Menggambar bagi Pengembangan Bakat, (Terjemahan dari Gollwitzer, G).ITB Bandung.
Sanjaya, Wina. (2010). Perencanaan Dan  Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
______,2010 Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group.
Santosa, Hari (1994). Realisme Gambar Anak, Bandung: Sinar Baru, CV.
Soegijo. (1995). Gagasan Seni Menggambar, Malang: UNM
Soekamto Toeti & Udin Saripudin W. (1994). Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran, Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sudjana, H.D. (2000). Strategi Pembelajaran, Pendidikan Luar Sekolah, Bandung: Falah Production.
Sugiyono, (2010). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, CV.
Sulistianto, Harry. (2010). Inovasi Pembelajaran Seni Rupa, Bandung: Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS, UPI. Bandung.
Surya, Muhamad. (2004). Psikologi Pembelajaran Dan Pengajaran, Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Sutopo, H.B.(2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, Dasar teori dan penerapannya dalam penelitian.  Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.
Suwarni. (2005). Konsep Pendidikan Seni Menggambar, Malang: UNM.
Suyanto, Kasihani K.E. (2007), Pendekatan, Metode dan Teknik Pembelajaran, Pendidikan Seni Kagunan, Malang: Asosiasi Pendidik Seni Indonesia.
Tarjo, Enday. (2009). Strategi Belajar Mengajar Seni Rupa, Bandung: Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS. UPI. Bandung.
Tirta Raharja & Sulo. (2000). Metode Menggambar, Jakarta: Bina Pariwara, PT.
Zaenuddin. (1996). Latihan dan Keterampilan Menggambar, Jakarta: Depdikbud.